Masalah lambatnya proses booting pada Windows sering kali membuat pengguna merasa sedikit kesal karena harus menunggu proses booting yang cukup lama. Kebanyakan, diantaranya lebih menyarankan untuk melakukan install ulang.
Tentu cara ini membuat sistem kembali sedia kala, namum tidak perlu sampai melalui langkah ekstrim tersebut hanya untuk menyelesaikan masalah proses booting, beberapa langkah dibawah ini bisa menjadi refrensi bagi Anda untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sedikit Icon Desktop Lebih Baik
Ketika memasuki ke Desktop, sistem akan memuat semua tampilan yang terdapat pada desktop entah itu file atau shortcut. Jika semakin banyak file/shortcut yang terdapat di desktop maka sistem akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk proses memuat.
Ada beberapa cara untuk menyiasatinya:
- Menghapus shortcut yang tidak diperlukan
- Menggabungkan semua shortcut/file ke dalam folder
- Menghilangkan (hidden) icon di Desktop, Klik kanan pada desktop > View > Show Icon Desktop
Mengatur Aplikasi yang Berjalan Otomatis
Jika aplikasi banyak berjalan otomatis "Startup" ini merupakan salah satu yang memiliki peran cukup banyak dalam proses cepat-lambatnya booting. Untuk mengaturnya, buka menu Task Manager (ctrl + alt + del) kemudian pilih tab menu Startup.
Pilihlah aplikasi yang benar-benar dibutuhkan ketika pertama kali menyala komputer saja, tetapi disamping itu, harus memperhatikan pada bagian ‘Startup Impact’.Jika aplikasi yang diinginkan pada bagian Startup Impact tergolong ‘High‘, maka Anda harus berfikir terlebih dahulu, karena dapat menambah proses booting 1 detik.
Mengaktifkan Fitur Fast Startup
Biasanya fitur ini sudah aktif secara default, namun tidak ada salah mengeceknya terlebih dahulu siapa tau masih belum di aktifkan.
Buka Power Option kemudian pilih "Choose what the power button does" setelah itu klik pada "Change settings that are currently unavailable" dengan begitu itur fast startup akan terbuka, centang "Turn on fast startup (recommended)". Setelah selesai klik ‘Save changes‘ untuk menyimpan perubahan.
Scan Dengan Anti-Virus Secara Berkala
Faktor lain yang membuat proses booting lambatnya adalah dikarena sistem yang terinfeksi oleh virus, malware, trojan, dsb. Oleh karena itu lakukanlah scan dengan menggunakan software anti-virus, seperti Avast, Bit-Defender, Kaspersky atau bawaannya yakni Windows Defender.
Dan jangan lupa untuk selalu melakukan update database virus dari anti-virus tersebut agar sistem tetap terjaga dari bahaya virus.
Mengganti Mode Booting di BIOS
Ada beberapa BIOS yang memiliki pengaturan mode booting yakni, Normal Booting dan Fast Booting. Silakan Anda masuk ke dalam BIOS jika ada mode booting pilih mode Fast Booting kemudian simpan perubahan.
